RIO FARID MUCHAROM

SMANKA 17

Sabtu, 31 Januari 2015

Kumpulan Kata Kata Bijak Motivasi

 


  1. Kumpulan Kata Kata Bijak Motivasi
  2. Cara terbaik mendamaikan hati adalah dengan bersyukur dan berdoa untuk lebih mendekatkan diri kita pada Tuhan.
  3. Jangan remehkan sesuatu yg sederhana, karena terkadang itu lah yg akan membuatmu bahagia.
  4. Tuhan tak pernah menyakiti, karena terkadang kita lah yg kurang sabar menanti.
  5. Tak menyapa bukan berarti tak merindukan.
  6. Tidak ada kebahagiaan yg lebih indah selain kita bisa membuat orangtua tersenyum dengan sebuah usaha kita.
  7. Kadang ada sesuatu yg tak harus dikatakan tapi harus dimengerti.
  8. Jgn menyakiti sahabatmu karena suatu saat nanti kamu tak akan mendapatkan sahabat yg sama; yg sangat peduli akan dirimu.
  9. Tegar adalah ketika hati kita terluka, namun kita slalu mempunyai alasan untuk tetap tersenyum. :)
  10. Kadang bahagia itu sederhana; saat dia mau mengerti & memahami.
  11. Kadang kita ingin sendiri. Bukan karena marah, melainkan saat kita ingin menenangkan hati
  12. Kesetian terbentuk dari hati yg bisa menerima, memahami. Bukan sekeder menemani dan mendengarkan.
  13. Sukses tdk slalu membicarakan tentang materi, melainkan juga saat kita dpt bermanfaat buat oranglain, terutama keluarga.
  14. Ayah mengajarkan tentang pengorbanan, Ibu mengajarkan tentang ketulusan.
  15. Hati akan terluka kadang bukan karena kita terlalu bodoh, namun hanya terlalu percaya padanya.
  16. Bersyukur, masih memiliki keluarga yg sempurna adalah kebahagiaan yg luar biasa.
  17. Seseorang boleh menilai kita, tapi tidak untuk menghakimi kita.
  18. Sahabat terbaik tak mudah ditemukan dan tak mudah untuk dilupakan.
  19. Sempurna adalah cinta seorang Ibu kepada anaknya.
  20. Seorang sahabat pada akhirnya lebih berharga, karena mereka bisa membuat hari-hari kita lebih bermakna.
  21. Sejatinya seorang wanita tidak menuntut banyak kecuali sebuah pengertian.
  22. Tak usah sesali terlalu lama, karena waktu mu jauh lebih berharga.
  23. Untuk membahagiakan orgtua, pasti ada sebuah pengorbanan. Layaknya mereka membahagiakan kita dgn caranya yg luar biasa.
  24. Ketika kita mulai ikhlas menerima sebuah kekurangan, maka kita akan lebih peka dalam mengenali kelebihan kita.

Rabu, 05 Maret 2014

SEJARAH KONFLIK POSO

SEJARAH KONFLIK POSO

Latar Belakang Konflik Poso
Konflik di poso adalah salah satu konflik yang ada di Indonesia yang belum terpecahkan sampai saat ini. Meskipun sudah beberapa resolusi ditawarkan, namun itu belum bisa menjamin keamanan di Poso. Pelbagai macam konflik terus bermunculan di Poso. Meskipun secara umum konflik-konflik yang terjadi di Poson adalah berlatar belakan agama, namun kalau kita meneliti lebih lanjur, maka kita akan menemukan pelbagai kepentingan golongan yang mewarnai konflik tersebut.
Poso adalah sebuah kabupaten yang terdapat di Sulawesi Tengah. Kalau dilihat dari keberagaman penduduk, Poso tergolong daerah yang cukup majemuk, selain terdapat suku asli yang mendiami Poso, suku-suku pendatang pun banyak berdomisili di Poso, seperti dari Jawa, batak, bugis dan sebagainya.
Suku asli asli di Poso, serupa dengan daerah-daerah disekitarnya;Morowali dan Tojo Una Una, adalah orang-orang Toraja. Menurut Albert Kruyt terdapat tiga kelompok besar toraja yang menetap di Poso. Pertama, Toraja Barat atau sering disebut dengan Toraja Pargi-Kaili. Kedua adalah toraja Timur atau Toraja Poso-Tojo, dan ketiga adalah Toraja Selatan yang disebut juga denga Toraja Sa’dan. Kelompok pertama berdomisili di Sulawesi Tengah, sedangkan untuk kelompok ketiga berada di Sulawesi Selatan. Untuk wilayah poso sendiri, dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama adalah Poso tojo yang berbahasa Bare’e dan kedua adalah Toraja Parigi-kaili. Namun untuk kelompok pertama tidak mempunyai kesamaan bahasa seperti halnya kelompok pertama.
Kalau dilihat dari konteks agama, Poso terbagi menjadi dua kelomok agama besar, Islam dan Kristen.  Sebelum pemekaran, Poso didominasi oleh agama Islam, namun setelah mengalami pemekaran menjadi Morowali dan Tojo Una Una, maka yang mendominasi adala agama Kristen. Selain itu masih banyak dijumpai penganut agama-agama yang berbasis kesukuan, terutama di daerah-daerah pedalaman. Islam dalam hal ini masuk ke Sulawesi, dan terkhusus Poso, terlebih dahulu. Baru kemudian disusul Kristen masuk ke Poso.
Keberagaman ini lah yang menjadi salah satu pemantik seringnya terjadi pelbagai kerusuhan yang terjadi di Poso. Baik itu kerusuhan yang berlatar belakang sosial-budaya, ataupun kerusuhan yang berlatarbelakang agama, seperti yang diklaim saat kerusuhan Poso tahun 1998 dan kerusuhan tahun 2000. Agama seolah-olah menjai kendaraan dan alasan tendesius untuk kepentingan masing-masing.
Awal konflik Poso terjadi setelah pemilihan bupati pada desember 1998. Ada sintimen keagamaan yang melatarbelakangi pemilihan tersebut. Dengan menangnya pasangan Piet I dan Mutholib Rimi waktu tidak lepas dari identitas agama dan suku[1].Untuk seterusnya agama dijadikan tedeng aling-aling pada setiap konflik yang terjadi di Poso. Perseturuan kecil, semacam perkelahian antar persona pun bisa menjadi pemicu kerusuhan yang ada di sana. Semisal, ada dua pemuda terlibat perkelahian. Yang satu beragama islam dan yang satunya lagi beragama Kristen. Karena salah satu pihak mengalami kekalahan, maka ada perasaan tidak terima diantara keduanya. Setelah itu salah satu, atau bahkan keduanya, melaporkan masalah tersebut ke kelompok masing-masing, dan timbullah kerusuhan yang melibatkan banyak orang dan bahkan kelompok.
Sebelum meletus konflik Desember 1998 dan diikuti oleh beberapa peristiwa konflik lanjutan, sebenarnya Poso pernah mengalami ketegangan hubungan antar komunitas keagamaan (Muslim dan Kristen) yakni tahun 1992 dan 1995. Tahun 1992 terjadi akibat Rusli Lobolo (seorang mantan Muslim, yang menjadi anak bupati Poso, Soewandi yang juga mantan Muslim) dianggap menghujat Islam, dengan menyebut Muhammad nabinya orang Islam bukanlah Nabi apalagi Rasul. Sedangkan peristiwa 15 Februari 1995 terjadi akibat pelemparan masjid dan madrasah di desa Tegalrejooleh sekelompok pemuda Kristen asal desa Mandale. Peristiwa ini mendapat perlawanan dan balasan pemuda Islam asal Tegalrejo dan Lawanga dengan melakukan pengrusakan rumah di desa Mandale. Kerusuhan-kerusuhan ”kecil” tersebut kala itu diredam oleh aparat keamanan Orde Baru, sehingga tak sampai melebar apalagi berlarut-larut.
Memang, setelah peristiwa 1992 dan 1995, masyarakat kembali hidup secara wajar. Namun seiring dengan runtuhnya Orde Baru, lengkap dengan lemahnya peran ”aparat keamanan” yang sedang digugat disemua lini melalui berbagai isu, kerusuhan Poso kembali meletus, bahkan terjadi secara beruntun dan bersifat lebih masif. Awal kerusuhan terjadi Desember 1998, konflik kedua terjadi April 2000, tidak lama setelah kerusuhan tahap dua terjadi lagi kerusuhan ketiga di bulan Mei-Juni 2000. konflik masih terus berlanjut dengan terjadinya kerusuhan keempat pada Juli 2001; dan kelima pada November 2001. Peristiwa-peristiwa tersebut memperlihatkan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga kerusuhan-kerusuhan dicermati dalam konteks jilid satu sampai lima.[2]
Namun pola konflik Poso terlalu kompleks untuk dianalisis hanya berdasar urutan itu, mengigat intensitas dan ekstensitas wilayah dan pelaku konflik antar tahap memperlihatkan perbedaan yang sangat mendasar. Terdapat beberapa pola kerusuhan yang dapat dilihat pada kerusuhan di Poso. Pertama, kerusuhan di Poso biasanya bermula terjadi di Poso kota dan selanjurnya merembet ke daerah-daerah sekitar Poso. Wilayah Poso kota keberadaan komposisi agama relative berimbang dan sama. Kedua, kerusuhan yang terjadi di pusat kota diikuti dengan mobilitas masa yang cukup besar, yang  berasal dari luar Poso, bahkan berasal dari luar kabupaten Poso. Ketika kerusuhan pertama dan kedua meletus, massa memasuki kota Poso berdatangan dari kecamatan Ampana, kecamatan Parigi, lage, Pamona, dan bahkan dari kabupaten Donggala. Ketika kerusuhan ketiga pun meletus, mobilisasi masssa bahkan semakin membludak, dan jauh lebih besar dari massa yang datang pada kerusuhan pertama dan kedua.
Pola ketiga adalah kerusuhan selalu ditandai dengan pemakaian senjata tajam, baik itu benda tumpul, pedang, parang, bahkan senjata api. Informasi yang didapat banyak mengakana bahwa kebanyakan korban tewas karena sabetan pedang/parang, benturan denga benda keras, dan lain sebagainya. Selain itu bukti yang mengatakan bahwa pada kerusuhan april 2000 diinformasikan 6 korban tewas disebabkan oleh berondongan senjata api.
Pola keempat adalah kesalahpahaman informasi dari keduabelah pihak. Pada kerusuhan pertama, dimulai dengan perkelahian antara dua pemuda Islam dan Kristen, yang kemudian di blow up menjadi konflik dua golongan agama. Konflik kedua berakar dari perkelahian dua kelompok pemuda, dan kemudian informasi mengatakan bahwa kerusuhan itu adalah kerusuhan dengan latar belakang agama.
Konflik pada Desember 1998 dan April 2000 kecenderungannya hanya tepat disebut ”tawuran”, [3] sebab konflik hanya dipicu oleh bentrokan pemuda antar kampong, intensitas dan wilayah konflik sangat terbatas di sebagian kecil kecamatan kota. Solidaritas kelompok memang ada, tapi belum mengarah pada keinginan menihilkan kelompok lain. Bahkan, setelah tahu bahwa penyebab bentrokan adalah minuman keras, kelompok yang berbenturan justru sempat sepakat mengadakan operasi miras bersama.
Mulai Mei-Juni 2000 dilanjutkan dengan Juli 2001 dan November-Desember 2001 konflik telah mengindikasikan ciri-ciri perang saudara. Konflik sudah mengarah pada upaya menghilangkan eksistensi lawan, terlihat dari realitas pembunuhan terhadap siapa pun, termasuk perempuan dan anak-anak, yang dianggap sebagai bagian lawan. Telah terbangun solidaritas kelompok secara tegas melalui ideologisasi konflik berdasar isu agama dan etnisitas, sehingga konflik menjadi bersifat sanagt intensif (kekerasan dan korban ) dan ekstensif (wilayah dan pelaku ). Bahkan berbeda dengan dua konflik sebelumnya yang umumnya menggunakan batu dan senjata tajam, sejak konflik ketiga pada Mei 2000 mereka telah mempergunakan senjata api, yang terus berlanjut hingga konflik keempat dan kelima, serta beberapa kekerasan sporadis ”pascakonflik”.
Konflik Poso telah memakan korban ribuan jiwa serta meninggalkan trauma psikologis yang sulit diukur tersebut, ternyata hanya disulut dari persoalan-persoalan sepele berupa perkelahian antarpemuda. Solidaritas kelompok memang muncul dalam kerusuhan itu, namun konteksnya masih murni seputar dunia remaja, yakni: isu miras, isu tempat maksiat. Namun justru persoalan sepele ini yang akhirnya dieksploitasi oleh petualang politik melalui instrumen isu pendatang vs penduduk asli dengan dijejali oleh sejumlah komoditi konflik berupa kesenjangan sosio-kultural, ekonomi, dan jabatan-jabatan politik. Bahkan konflik diradikalisasi dengan bungkus ideologis keagamaan, sehingga konflik Poso yang semula hanya berupa tawuran berubah menjadi perang saudara antar komponen bangsa.
Akar penyebab konflik Poso sangat kompleks. Ada persoalan yang bersifat kekinian, namun ada pula yang akarnya menyambung ke problema yang bersifat historis. Dalam politik keagamaan misalnya, problemanya bisa dirunut sejak era kolonial Belanda yang dalam konteks Poso memfasilitasi penyebaran Kristen dalam bentuk dukungan finansial. Keberpihakan pemerintah kolonial itu sebenarnya bukan dilandaskan pada semangat keagamaan, tetapi lebih pada kepentingan politik, terutama karena aksi pembangkangan pribumi umunya memang dimobilisir Islam.
Politik agama peninggalan kolonial ini akhirnya telah membangun dua image utama dalam dalam konstelasi politik Poso, yakni : Poso identik dengan komunitas Kristen, dan birokrasi di Poso secara historis didominasi umat Kristen. Namun, di era kemerdekaan fakta keagamaan itu terjadi proses pemabalikan. Jika tahun 1938 jumlah umat Kristen Poso mencapai angka 41,7 persen, lama-lama tinggal 30-an persen. [4] Data tahun 1997 bahwa Muslim Poso mencapai angka 62,33 persen, sedangkan Kristen Protestan 34,78 persen dan Katolik hanya 0,51 persen, ditambah sisanya Budha dan Hindu. [5]
Proses pembalikan ini bukan akibat pemurtadan, melainkan akibat migrasi kewilayahan, sehingga komposisi penduduk mengalami pergeseran. Dalam konteks Poso, konstelasi sosio ekonomi dan politik kultural terpengaruh oleh realitas perubahan komposisi komunitas ini, terutama beruapa proses pemiskinan di kalangan penduduk asli. Proses pemiskinan ini terjadi baik karena kultur kemiskinan maupun akibat kekeliruan kebijakan (kemiskinan structural), seperti lunturnya ketaatan pada tanah ulayat. Pembangunan jalan-Sulawesi dari Palopo ke Palu lewat Tentena dan Poso ikut membawa implikasi bagi kian cepatnya proses migrasi pendatang muslim yang masuk ke wilayah basis Kristen.
Pendatang Bugis yang memiliki kultur dagang kuat dengan cepat menguasai jaringan perdagangan. Bugis dinilai punya loyalitas keIslaman kuat, hamper selalu membangun tempat ibadah di setiap komunitas mereka tinggal. Realitas ini tidak saja menandai terjadinya pergeseran komunitas etnis, tetapi sekaligus dalam komunitas keagamaan.
Fakta pergeseran komunitas keagamaan ini pada akhirnya berpengaruh pula pada konstelasi politik Poso. Dengan digalakkannya program pendidikan era kemerdekaan, kaum terdidik dari kalangan Muslim bermunculan, dan berikutnya mulai ikut bersaing dalam lapangan birokrasi. Di sinilah, politik komunitas keagamaan mulai bermain pula dalam dunia kepegawaian, antara lain: (1). Kristen yang semula dominan mulai dihadapkan pada saingan baru kalangan Islam. (2). Jabatan strategis yang semula didominasi Kristen, secara alamiah terjadi peralihan tangan. Dalam situasi inilah politik agama dalam konteks birokrasi kepegawaian mulai merasuk dalam kehidupan masyarakat Poso. Perspektif komunitas keagamaan dalam konteks persaingan politik birokrasi, lengkap imbasnya berupa pembagian berbagai proyek pada orang-orang dekat, telah menjadi wacana penting dalam mencermati konflik Poso.
Dari situ tampak sekali bahwa aktor-aktor terlibat dalam konflik sebenarnya sangat kompleks melibatkan elemen-elemen birokrat, para pelaku ekonomi, disamping kelompok kultur keagamaan, yang pada gilirannya melibatkan pula kekuatan-kekuatan dari luar Poso dengan segala kepentingannya, mulai dari para laskar, aparat keamanan, birokrat pada level propinsi ataupun pusat yang memanfaatkan persoalan Poso untuk kepentingan.

pendaftaran praktek kelas 9

 Salinlah  format praktek di bawah ini ke email kalian masing-masing, lalu isilah datanya dengan lengkap, kemudian kirimkan ke alamat email:wsgabus@yahoo.co.id,
dengan nama subyek/judul : kelas IX-.....(isi sesuai kelasnya)



Format Praktek TIK
Nama Lengkap              :..................................................
Kelas                           :..................................................
Tempat, Tanggal Lahir   :..................................................
Nama Ayah Kandung      :.................................................
Nama Ibu Kandung        :..................................................
Alamat Tempat Tinggal  :..................................................
Cita-cita                      :.................................................

Jadwal Praktek Ujian Nasioanl SMP Negeri 1 Gabuswetan Tahun Pelajaran 2013/2014

, sebagai berikut :

1. Jum'at, 14-3-2014,
    Kelompok 1: 001 s.d 093 Praktek : Pendidikan Agama Islam
    Kelompok 2: 094 s.d 186 Praktek : TIK
    Kelompok 3: 187 s.d 278 Praktek : Penjaskesorkes
    Kelompok 4: 279 s.d 355 Praktek : Seni Budaya
2. Sabtu, 15-3-2014,
    Kelompok 1: 001 s.d 093 Praktek : Seni Budaya
    Kelompok 2: 094 s.d 186 Praktek : Pendidikan Agama Islam
    Kelompok 3: 187 s.d 278 Praktek : TIK
    Kelompok 4: 279 s.d 355 Praktek : Penjaskesorkes
3. Senin, 17-3-2014,
    Kelompok 1: 001 s.d 093 Praktek : Penjaskesorkes
    Kelompok 2: 094 s.d 186 Praktek : Seni Budaya
    Kelompok 3: 187 s.d 278 Praktek : Pendidikan Agama Islam
    Kelompok 4: 279 s.d 355 Praktek : TIK
4. Selasa, 18-3-2014,
    Kelompok 1: 001 s.d 093 Praktek : TIK
    Kelompok 2: 094 s.d 186 Praktek : Penjaskesorkes
    Kelompok 3: 187 s.d 278 Praktek : Seni Budaya
    Kelompok 4: 279 s.d 355 Praktek : Pendidikan Agama Islam

Sabtu, 22 Februari 2014

Djanur mengungkapkan pemain asing tersebut pernah main di timnas U-23 Korsel.

Persib Bandung tak berhenti untuk memburu pemain asing guna memperkuat tim pada Indonesia Super League (ISL) 2014. Setelah memastikan tidak merekrut pemain asal Arab Saudi, Fahad Khalid Al Dossari, Persib kini mengalihkan buruan mereka ke pemain asal Korea Selatan (Korsel).

Pelatih Persib, Djajang Nurjaman, memaparkan pemain tersebut tetap harus menjalani masa trial lebih dulu bersama tim Maung Bandung. Pemain itu akan segera datang dalam waktu dekat.

"Masih ada dua hari dan akan mengikuti trial. Kami akan lihat lagi, dia datang dari Korea. Menurut informasi, dia sudah bermain di timnas U-23 Korsel," papar pelatih yang akrab disapa Djanur itu, tanpa menyebutkan secara rinci nama pemain tersebut.

Sementara itu, Djanur pun memberikan penjelasan mengapa Fahad tidak direkrut. Sebelumnya, mantan penggawa Persiram Raja Ampat itu telah mengikuti seleksi sejak tiga hari lalu, dan sudah bermain dalam uji coba melawan IM UD Rahayu, pagi ini.

"Saya sudah memberikan kesempatan kepada Fahad cukup banyak. Mulai dari tiga hari yang lalu dan hari ini main 90 menit. Tapi saya sudah bisa kasih keputusan bahwa dia bukan pemain yang kami cari," Djanur menjelaskan.

Hingga saat ini, Persib sudah memiliki tiga pemain asing dari maksimal empat yang bisa direkrut. Mereka adalah dua pemain asal Mali Djibril Coulibaly dan Makan Konate, serta Vladimir Vujovic (Serbia

Rabu, 19 Februari 2014

tugas TIK 1-5 c halaman 49

1.apa yang dimaksud search engine?
jawab;Search engine adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan. Search engine merupakan perangkat pencari informasi dari dokumen-dokumen yang tersedia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hits. Informasi yang menjadi target pencarian bisa terdapat dalam berbagai macam jenis berkas seperti halaman situs web, gambar, ataupun jenis-jenis berkas lainnya. Beberapa mesin pencari juga diketahui melakukan pengumpulan informasi atas data yang tersimpan dalam suatu basisdata ataupun direktori web.
Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup, di antaranya yang paling populer adalah Google (MSN Search dan Yahoo!). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber terbuka (open source), contohnya adalah Htdig, Nutch, Egothor dan OpenFTS.[1]
2.sebutkan 3 website yang memiliki  search engine!
jawab: Google (MSN Search dan Yahoo!)

3.sebutkan 4 kelebihan yang dimiliki gogle?
jawab: 1. Kecepatan dan kemudahan dalam mencari.
2. lebih canggih dengan fitur yang dimilikinya.
3. Tampilan yang sederhana.
4. Google merupakan satu-satunya mesin pencari yang memilki cach. Dengan adanya cache ini, si pencari dapat menghemat waktu pencarian, karena hasil pencarian yang akan ditampilkan.
5. Dapat mencari segala informasi seperti gambar, berita artikel, hiburan dll.
4.tuliskan langkah langkah menyimpan halaman web?
jawab: Pastinya cara ini sudah kita ketahui dengan jelas, yaitu dengan cara Klik Kanan Mouse + Save Page as..
5.tulis langkah langkah untuk menyimpan gambar dari sebuah halaman web?
jawab:  klik kanan+seve imeges as

Sabtu, 08 Februari 2014

Persib Mungkin Batal Tambah Pemain Asing




              Manajer Persib, Umuh Muchtar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Manajemen Persib Bandung tengah menghadapi kesulitan pembiayaan transfer pemain. Satu pemain asing Asia yang tengah diburu, dipastikan batal bergabung.

"Iya, ini yang bikin saya pusing. Dana untuk pemain sekarang dibatasi. Pemain Asia yang sedang kami incar bisa-bisa batal," kata Manajer Persib H Umuh Muhtar kepada Tribun melalui ponselnya, Sabtu (8/2).

Umuh mengatakan, pada musim-musim sebelumnya, dana untuk membeli pemain tidak terkendala. Bahkan, tidak pernah dibatasi. "Musim sekarang saja dana untuk pemain ini dibatasi oleh Direksi PT Persib Bandung Bermartabat," ujar Umuh.

Ia mengatakan, dirinya sudah berkonsultasi dengan Glen Sagita selaku Vice President PT PBB terkait penambahan pemain baru untuk di lini depan ini.

"Dari Pak Glen Sagita sudah ok tentang penambahan pemain. Tapi enggak tahu kenapa jadi ada pembatasan pemain. Saya sendiri akan kembali membicarakan ini dengan jajaran Komisaris di PT PBB," ujar Umuh.(men/tribun jabar)

Postingan Lama